Kamis, 11 Januari 2018

Rabu, 01 Maret 2017

Jumat, 13 Januari 2017

CONTOH ANALISIS STRUKTUR TEKS EKSPLANASI


Banjir
Banjir termasuk dalam salah satu gejala alam yang mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan kerusakan. Dalam pengertian sederhana, banjir adalah luapan air dalam jumlah besar yang menerjang dan menggenangi suatu daerah. Peristiwa meluapnya air tersebut masuk ke kawasan pemukiman yang dihuni manusia akibat sungai tidak mampu lagi menampungnya. Suatu daerah disebut banjir jika air dalam jumlah banyak menutupi sebagian besar daerah yang luas. Sedangkan, secara hidrologis ada dua definisi tentang "banjir", yakni;  setiap aliran air yang merusak harta benda, ternak ,dan tanaman; dan setiap kondisi permukaan (level) air yang melebihi batas normal.
Terjadinya banjir dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam tersebut dapat berupa curah hujan tinggi, letak daerah lebih rendah dari permukaan laut, dan daerah yang terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan di mana jalan keluarnya air yang sempit, serta adanya pasang naik air laut. Sedangkan, faktor manusia yang menjadi penyebab banjir yaitu kegiatan penggundulan hutan dan sampah yang dibuang secara sembarang. Sampah yang dibuang sembarang dapat menyebabkan saluran air atau sungai tersumbat sehingga mengakibatkan terjadinya luapan air.
Banjir dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi manusia. Banyak sekali harta benda yang rusak karena terendam banjir. Sarana dan prasarana rusak porak-poranda sehingga tak bisa digunakan lagi. Bahkan, nyawa manusia melayang sia-sia diterjang oleh banjir. Pada saat banjir, masyarakat mudah terserang penyakit akibat genangan air yang kotor. Persawahan dan perkebunan menjadi rusak berat yang dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Kondisi ini selanjutnya membuat masyarakat dilanda kelaparan karena kekurangan bahan makanan.
Oleh sebab itu, kita sebagai manusia hendaknya menjaga alam untuk mencegah terjadinya banjir. Menjaga lingkungan tetap lestari menjadi tugas utama kita semua. Kerusakan alam harus segera dihentikan akibat ulah manusia. Hutan yang gundul harus segera kita hijaukan kembali. Mari kita biasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Demi keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak.


Keterangan: 

  • Pernyataan umum = Paragraf 1
  • Deretan Penjelasan (isi) = Paragraf 2 dan 3
  • Interpretasi (Penutup) = Paragraf 4

PERBEDAAN TEKS EKSPOSISI DENGAN TEKS EKSPLANASI

PERBEDAAN
TEKS EKSPOSISI DENGAN TEKS EKSPLANASI
No.
Teks Eksposisi
Teks Eksplanasi
1.
Eksposisi adalah karangan yang menerangkan tentang pengetahuan atau informasi.
Eksplanasi adalah suatu karangan yang menerangkan tentang serangkaian proses pada suatu peristiwa.
2.
Struktur paragraf yang pertama adalah tesis (pendapat) yaitu tempat dimana penulis memberikan pandangan dan pendapatnya tentang topik yang akan disajikan.
Struktur paragraf yang pertama adalah pernyataan umum,dimana penulis menjelaskan atau memberikan devinisi tentang peristiwa/fenomena yang terjadi.
3.
Struktur eksposisi yang kedua,ialah argumentasi (alasan) dimana penulis memberikan serangkangkaian alasan-alasan,untuk memperkuat tesis (pendapat).
Struktur paragraf yang kedua,ialah deretan penjelasan (eksplanasi) .Dimana penulis memaparkan serangkaian atau urutan mengapa peristiwa atau fenomena itu terjadi.
4.
Struktur eksposisi yang ketiga,ialah penegasan ulang.Dimana penulis membuat suatu paragraf singkat yang berisikan penegasan yang lebih atau berupa kesimpulan untuk menguatkan keyakinan terhadap apa yang telah diuraikan atau dijelaskan.
Struktur paragraf yang ketiga,ialah interpretasi.Dimana penulis mengakhiri penjelasan dengan ringkas ,Dan pada paragraf ini penulis memaparkan pendapatnya tentang peristiwa yang telah disajikannya.
5.
Tujuan karangan eksposisi adalah pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya atau memaparka sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Oleh karena itu, topik-topik yang dikembangkan dalam  eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi. Contoh: iklan , editorial,pengetahuan,pemanfaatan  .dll.
Tujuan karangan eksplanasi adalah untuk menjelaskan sutu gejala atau proses pada peristiwa yang terjadi.Baik itu gempa bumi,tsunami dsb.
6.
Langkah-langkah menyusun eksposisi:
a. Menentukan topik/tema
b.menentukan tujuan karangan
c. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih agara  menjadi suatu urutan (tesis),argumentasi dan penegasan ulang)
e. Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Langkah-langkah menyusun teks eksplanasi:
a. Menentukan topik/tema
b.menentukan tujuan karangan
c. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih agar menjadi suatu urutan (pernyaaan umum,deretan penjelasan dan interpretasi)
e. Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksplanasi.
7.
Fiktur bahasa yang digunakan teks eksposisi,yaitu :
 -bahasa baku
- terdapat pronomina (kata ganti)
- terdapat kata istilah (metabolik) digunakan untuk menjelaskan
-Adanya konjungsi (kata sambung), seperti: lalu, kemudian, selanjutnya/ lebih lanjut, setelah itu, pada kenyataannya
-Leksikal: yaitu terdapat verba (kata kerja), nomina (kata benda), adjektiva (kata sifat), adverbia (kata keterangan).

Fiktur bahasa yang digunakan teks eksplanasi,yaitu:
-Menggunakan kata sambung sebab-akibat
-terdapat penggunaan kata konjungsi
-penulisan menggunakan pengurutan
-Penulisan bahasa menggunakan kata penghubung(transisi) : Oleh karena itu.
8.
Ciri-ciri teks eksposisi:
-bersifat informatif
-berusaha menjelaskan tentang suatu hal
Ciri-ciri teks eksplanasi:
-Memuat informasi berdasarkan faktual
Memuat informasi yang yang bersifat keilmuan

PERBEDAAN BERDASARKAN BENTUK BAHASA
No.
Teks Eksposisi
Teks Eksplanasi
1.
-Menggunakan bahasa baku
-terdapat kata istilah sebagai suatu penjelasan
-Adanya konjungsi (kata sambung), seperti: lalu, kemudian, selanjutnya/ lebih lanjut, setelah itu, pada kenyataannya
-mengandung kalimat kontribusi(keterlibatan)
-Memuat istilah
-Memuat kata sambung yang menunjukkan sebab-akibat
-memuat kata sambung yang menunjukkan adanya suatu tahapan
-menjelaskan kondisi (Menjelaskan fenomena bukan cerita masa lalu)
-menggunakan kata penghubung (transisi) : Oleh karena itu



Sumber: http://perbedaanteks.blogspot.co.id/

Kamis, 12 Januari 2017

Materi Teks Eksplanasi SMA Kelas XI


Teks Eksplanasi


Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan-penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana dari suatu topik yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Semua fenomena tersebut memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Semua fenomena tersebut tidak hanya kita rasakan dan nikmati saja, tapi juga harus kita pelajari mengapa dan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi.
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses 'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.

Struktur Teks Eksplanasi yang Benar


Berikut struktur dari teks eksplanasi yang benar dan sesuai dengan urutan yang pas, sebagai berikut:
  1. Pernyataan Umum (General Statement), merupakan bagian pertama dari teks eksplanasi yang isinya mengenai penyampaian topik atau permasalahan yang akan dibahas. Bagian ini berisi gambaran mengenai apa dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Penulisan dari pernyataan umum ini harus menarik agar pembaca mau membaca teks eksplanasi tersebut hingga selesai.
  2. Deretan Penjelas, merupakan bagian yang sering juga disebut sebagai urutan sebab akibat dari suatu fenomena. Pada bagian ini, terdapat penjelasan yang detail dari suatu fenomena yang dibahas secara mendalam dan berdasarkan urutan waktu.
  3. Interpretasi, merupakan bagian akhir atau penutup dari teks eksplanasi yang berisi inti sari atau kesimpulan dari topik atau proses yang dibahas.
:) Tujuan Teks Eksplanasi
Tujuan penulisan teks eksplanasi ialah untuk menjelaskan proses terciptanya sesuatu yang terjadi secara alamiah, atau proses bekerjanya fenomena alam maupun sosial.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Suatu teks dikatakan sebagai teks eksplanasi jika memenuhi beberapa ciri berikut ini:
  1. Informasi-informasi yang termuat didalamnya berdasarkan fakta.
  2. Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
  3. Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  4. Terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.

  5. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
  6. Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.
1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya      
    gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
2. Terdapat penggunaan istilah ilmiah.
3. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan 
    kemudian.
5. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu 
    benar adanya.

  • Contoh judul teks eksplanasi tentang fenomena alam: Banjir; Tanah longsor; Proses terjadinya hujan; dll.
  • Contoh judul teks eksplanasi tentang fenomena sosial: Mudik; Kepadatan penduduk; dll.


Berikut adalah satu contoh teks eksplanasi tentang fenomena sosial:

contoh fenomena sosial

Sampah adalah salah satu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat terutama di perkotaan. Jumlah penduduk yang meningkat membuat kebutuhan juga ikut meningkat. Akibatnya, volume sampah pun semakin meningkat. Belum lagi ditambah dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah masih kurang.
Secara umum, sampah dibedakan menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Contoh sampah organik adalah dedaunan dan sisa-sisa makanan. Sedangkan contoh sampah anorganik adalah plastik, kertas, dan kaleng.
Namun, jangankan membedakan sampah, meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saja sangat sulit. Banyak orang yang seenaknya membuang sampah ke sungai atau ke selokan. Memang, dampaknya tidak terasa karena volume sampah yang dibuang oleh satu orang sangat sedikit dan sampah itu langsung menjauh dari pandangan. Namun, jika banyak orang yang seperti itu, lama kelamaan sungai akan tercemar dan jorok. Padahal sungai seharusnya bersih tanpa sampah. Selain itu, ada juga orang yang suka membuang sampah sembarangan, bahkan di tempat suci sekalipun.
Sumber:
http://www.materikelas.com/2015/10/teks-eksplanasi-pengertian-struktur.html
http://www.informasibelajar.com/2015/10/teks-eksplanasi-pengertian-struktur.html 
https://hedisasrawan.blogspot.co.id/2015/08/15-contoh-fenomena-sosial.html

Kamis, 20 Oktober 2016

Nasehat al Ghazali Tentang Umur dan Waktu

Kita kebanyakan menghabiskan waktu hanya untuk tidur ketimbang untuk hal-hal yang bermanfaat dan ibadah

DALAM banyak riwayat hadits disebutkan usia umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam tidak lama.Berkisar sekitar 60-70 tahun.
Itu pun sudah tua: rambut mulai memutih, gigi mulai habis, pendengaran perlahan berkurang, dan tenaga mulai melemah.
Berbeda dengan usia umat Nabi sebelumnya yang panjang. Karena sedikitnya tempo usia umat Nabi Muhammad itu, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memuliakan diri dengan ilmu dan ibadah.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Karenanya jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu akan terbuang sia-sia. Dan, waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya: baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. Manusia harus memanfaatkan waktu. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik yang akan jadi mulia.
Kalau mau jujur, sebenarnya kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat daripada yang bermanfaat. Kita lebih banyak bermain daripada belajar. Kita lebih banyak bersendagurau daripada berfikir. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada ukhrowi. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat dosa ketimbang memupuk pahala. Nauzubillah. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kealpaan kita. Aamiin.
Nasehat Al Ghazali
Ada nasihat penting yang disampaikan Imam Al Ghazali terkait waktu. Kita kebanyakan menghabiskan waktu hanya untuk tidur ketimbang untuk hal-hal yang bermanfaat dan ibadah. Coba bayangkan, jika rata-rata usia umat manusia di jaman Nabi Muhammad ini sekitar 60 tahun dan waktu yang digunakan untuk tidur sekitar 8 jam dalam sehari.
Seperti diketahui, kebanyakan orang—terutama di Indonesia—tidur mulai pada pukul 20.00 malam dan bangun sekitar pukul 05.00 pagi.
Iya kalau bangun tidur jam 05.00 pagi. Pasalnya, tidak sedikit di antara kita yang masih suka bangun tidur di atas jam 05.00 hingga ada yang telat dan tertinggal shalat shubuh.Nauzubillah!
Nah, kalau misalnya, rata-rata tidur 8 jam sehari itu dikali dengan masa usia rata-rata manusia yang mencapai 60 tahun, maka setidaknya kita menghabiskan masa 20 tahun untuk hanya tidur. Saya ulangi lagi: kita menghabiskan waktu 20 tahun hanya untuk tidur!
Sekarang, kita hitung lagi berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk ibadah. Jika 20 tahun kita manfaatkan untuk tidur, maka sisa 40 tahun. Coba bayangkan berapa waktu untuk ibadah, berapa lama untuk belajar menuntut ilmu, dan berapa tahun waktu yang dihabiskan untuk main-main dan mencari kehidupan duniawi! Tentu jawabnya berbeda-beda. Tergantung pribadi masing-masing. Sebab, biasanya, manusia punya jadwal hidup (life schedule) masing-masing.
Bisa dibayangkan jika perhari kita habiskan berapa lama hanya untuk bermain atau sekedar bersendau gurau. Berapa lama waktu dihabiskan untuk membaca al-Quran, berzikir, dan belajar. Padahal, waktu itu terus berjalan dan tidak akan kembali. Waktu juga ibarat pedang tajam yang apabila tidak digunakan untuk memotong sesuatu dengan baik, maka pedang waktu tersebut akan memotong kita bahkan memutilasi kita perlahan-lahan.
Karenanya, yang membedakan kualitas kemuliaan seseorang adalah dari pemanfaatan waktu. Kalau waktunya habis dengan kerja-kerja intelektual, spiritual, dan kebermanfaatan kolektif maka dia akan menjadi pribadi yang mulia. Karenannya, seseorang akan jadi mulia dengan menghabiskan waktu-waktunya untuk belajar dan senantiasa berzikir pada Allah. Seseorang juga akan jadi mulia dan terhormat bila menghabiskan malam-malam yang gelap gulita itu dengan belajar, dan shalat tahajud.
Seperti kata pepatah Arab di atas: “Man tholabal ‘ula sahiral layali” (Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan maka seringlah bergadang pada malam hari).
Bergadang di situ tentunya bukan untuk sesuatu yang semu dan tidak manfaat. Seperti main, menonton film sepanjang malam, melihat pertandingan bola, dan hang out hingga larut malam. Tapi, bergadang di situ adalah dengan melakukan kerja-kerja spiritual dan intelektual: belajar dan beribadah.
Ada banyak kisah orang sukses yang memanfaatkan waktunya. Dan, hampir semua orang sukses adalah orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik.
Sebaliknya, orang gagal adalah orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu-waktu yang dimanfaatkan orang beriman itu seharusnya seperti yang dilakukan para sahabat dan pejuang jaman Rasulullah. Di mana pada siang hari mereka seperti singa di padang pasir yang berjuang tanpa lelah sedangkan malam harinya dihabiskan dengan beribadah seperti rahib-rahib.
Orang besar dan sukses adalah mereka yang memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia tidak mau ada waktu—semenit saja—yang terbuang tanpa kebaikan dan kemanfaatan.
Imam Al-Ghazali menasihatkan agar setiap hari kita meluangkan waktu sesaat—misalnya selesai shalat Subuh—untuk menetapkan syarat-syarat terhadap jiwa (musyârathah).
“Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia habis, maka habislah modalku sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memperpanjang usiaku dan memberi nikmat.”
Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3: mengingatkan; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”*
Rep: Syaiful Anshor

Sumber:

http://www.hidayatullah.com/